Jumat, 12 April 2013

Tugas 1 Bahasa Indonesia 2



Penalaran Deduktif & Induktif

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu induktif dan deduktif. 

1. Penalaran Deduktif 
Sebagai suatu istilah dalam penalaran, deduktif / deduksi adalah merupakan suatu proses berpikir (penalaran) yang bertolak dari sesuatu proposisi yang sudah ada, menuju kepada suatu proposisi baru yang berbentuk suatu kesimpulan. Dari pengalaman-pengalaman hidup kita, kita sudah membentuk bermacam-macam proposisi, baik yang bersifat umum maupun bersifat khusus.

Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umu. Dengan memikirakan fenomena bagaimana apel jatuh dan bagaimana planet-planet bergerakIsaac Newton menyimpulkan teori daya tarik. Pada abad ke-19, Adams dan Le Verrier menerapkan teori Newton (prinsip umum) untuk mendeduksikan keberadaan, massa, posisi, dan orbit Neptunus (kesimpulan-kesimpulan khusus) tentang gangguan (perturbasi) dalam orbit Uranus yang diamati (data spesifik).

Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
  • Silogisme
    Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. 
    Contoh Silogisme:
    Semua manusia akan mati
    Amin adalah manusia
    Jadi, Amin akan mati (konklusi / kesimpulan)
  • Entimen
    Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui. 
    Contoh Entimen :
    Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari
    Pada malam hari tidak ada matahari
    Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis

 2. Penalaran Induktif 
Penalaran Induktif Induksi / induktif adalah suatu proses berpikir yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu kesimpulan (inferensi). Proses penalaran ini mulai bergerak dari penelitian dan evaluasi atas fenomena-fenomena yang ada. Karena semua fenomena harus diteliti dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh ke penalaran induktif, maka proses penalaran itu juga disebut sebagai corak berpikir yang ilmiah. Namun induksi sendiri tak akan banyak manfaatnya kalau tidak diikuti oleh proses penalaran deduktif. Pengertian fenomena-fenomena individual sebagai landasan penalaran induktif harus diartikan pertama-tama sebagai data-data maupun sebagai pernyataan-pernyataan, yang tentunya bersifatf aktual pula.

Penalaran induktif tekait dengan empirisme. Secara impirisme, ilmu memisahkan antara semua pengetahuan yang sesuai fakta dan yang tidak. Sebelum teruji secara empiris, semua penjelasan yang diajukan hanyalah bersifat sentara. Penalaran induktif ini berpangkal pada empiris untuk menyusun suatu penjelasan umum, teori atau kaedah yang berlaku umum. 
Contoh penalaran induktif :

Harimau berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Babi berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Ikan paus berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan.

Proses penalaran induktif dapat dibedakan lagi atas bermacam-macam variasi seperti generalisasi, hipotese dan teori, analogi induktif, kausal dan sebagainya.

Macam-macam Penalaran Induktif:
a. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. 

Contoh :

Jika ada udara, manusia akan hidup.

Jika ada udara, hewan akan hidup.

Jika ada udara, tumbuhan akan hidup.

Jadi, jika ada udara mahkluk hidup akan hidup.


b. Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaanya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.

Contoh :

Nina adalah lulusan Akademi Amanah.

Nina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.



Regards,
Jonathan Marito Roy
13110777
3KA31


Senin, 07 Januari 2013

Lampu merah

Judulnya keren ya "Lampu merah", tapi ini bukan koran loh ya hahaha.......
Punya cerita lagi nih sebenarnya, ceritanya menyangkut kesehatan jari dikaki yang disamping jari jempol..................coba lihat kaki kalian jari apakah itu namanya? hahaha :O

Kejadiannya sih setahun lalu dilampu merah McD Kalimalang tanggal 28 Desember 2012 jam 21.00 Waktu Indonesia bagian Galau. Ketika saya lagi menunggangi si Macan tangguh saya. Ketika itu saya ingin pulang menuju kerumah.......singkatnya.......Ini ceritanya saya lagi dilampu merah nih (menunggu lampu merah menjadi kuning lalu hijau lalu.......GAS! sama seperti menunggu kode lampu dari si dia, ketika sudah diberi lampu hijau lalu......GAS! eh sitangguh malah mogok hahaha akhirnya ketikung sama yang lain #jayusBukan?) ceritanya lagi, ini sudah lampu hijau loh ya......lalu saya jalan karena lampu sudah berubah hijau. setelah saya jalan..............eh ada yang nerobos dari lampu merah dibagian kiri. Yasudah deh, setelah kaget.....ngerem.....pas banget motornya si Nerobos kena kekaki kiri saya (saat itu lagi memakai sepatu baru yang bisa buat ganteng) tidak jatuh sih, tapi.......robek lah sepatu tangguh(bagian kiri), awalnya sih terasa sangat nyeri, tapi saya pikir itu tidak menjadi sebuah masalah (berfikir positif kalo tadi kaki hanya terlindas karena motor siNerobos) yasudah lanjut terus jalan pulang kerumah(selama perjalanan merasakan "Kok ada becekan gitu ya dijempol kaki?"....."Tetap berfikir POSITIF"), kebetulan tkp-nya tidak jauh dari rumah. Singkatnya........setelah sampai dirumah........parkir siMacan........masuk kerumah........buka sepatu........buka kaos kaki(tidak robek).........lihat kaki........ROBEK!!!!

Manisnya!!! Tapi ini sakit! Ini ciyus loh
Yasudah setelah robek mau diapain lagi kalo bukan dijahit? Pasrah lagi untuk kesekian kalinya, setelah yang sebelumnya pasrah ketikung, pasrah kalo dia ga suka gue, pasrah kalo dia suka sama yang lain hahaha. Akhirnya berangkat langsung ke sebuah Rumah Sakit daerah Cawang. Masuklah ke UGD, dan..........benar kata orang-orang, dibalik suatu bencana pasti ada berkahnya. Berkahnya itu ya....itu....disamperin sama dokter-dokter yang lagi jaga di UGD itu. Heeeeem.......lucu-lucu loh, sumpah hahaha. Salah satunya yang nanganin kaki saya ini.

Masuklah keruang tindakan, terus ditanya-tanyain sama dokter-dokter yang cantik-cantik hahaha. Berbagai macam pertanyaan ditanyakan lah soal kejadian siKaki ini, tapi sayangnya pertanyaan yang ditunggu-tunggu tak kunjung terdengar (berharap kakak dokter menanyakan "Kamu udah punya pacar dek?" hahaha pasrah lagi untuk kesekian kalinya)
Singkatnya........dijahitlah siKaki dan sebelum dijahit itu pasti di Bius, tapi ini Bius lokal, tujuannya ketika benang dikaitkan kekulit tidak terasa sakit sama sekali, lagi-lagi..........pasrah karena ketika disuntik bius tersebut itu sakitnya luar biasaaaaaaaaa!!!! (berhubung disuntik langsung ke daging dalamnya dan disuntik dibeberapa titik) dan kabar baiknya ketika disuntik kan otomatis sakit, pasti pas sakit kan pikiran dokter-dokter itu saya akan mengangkat kaki saya ketika disuntik, alhasil kaki saya dipegangin oleh kakak dokter yang cantik tapi lucunya luar biasa hahahaha.....enak sih dipegangi terus kakinya.....heeeeem iri kan iri?

Ini dia kakak dokter cantik tapi lucunya luar biasa!

Lucu bukan? Jangan iri ya karena kakinya engga dipegangin sama kakak dokter ini hahaha.Yasudah, sekian dulu perjalanan setahun kemarin. Tunggu perjalan setahun berikutnya dengan orang-orang yang spektakuler!

Setahun lalu



Hallooooo…………kasihan nih blog udah setahun dianggurin, terakhir nge-post tanggal 25 Desember 2012, sekarang mau nge-post lagi udah tanggal 07 Januari 2013 HAHAHA lama kan ya udah setahun dianggurin :”)

Saya punya cerita nih, seharusnya udah dipost dari setahun lalu, cuman berhubung sibuknya keterlaluan jadi kepending terus deh. Yaudah langsung saja keburu lupa.

Setahun lalu itu saya ditelepon oleh Tante saya adik kandung dari nyokap, nah dia mengeluh tentang dia yang sulit mengoperasikan sebuah alat elektronik seperti Notebook. Singkatnya, saya disuruh dating kerumahnya dia karena dia minta diajarkan cara mengoperasikan laptop tersebut.

Yasudah setelah saya pikirkan secara matang-matang sematang masak Indomie rebus Kari Ayam,saya setujuilah untuk membantu Tante saya ini. Akhirnya………..sampai lah saya dirumah Tante saya itu. Cepat bukan? Iyalah……namanya juga naik Macan tangguh!!!!! HAHAHAHA


Lanjut nih lanjut, dari pada ditimpukin fans……heeeeeem.

Sudah sampai ya? Oh iya sudah. Singkatnya lagi nih ya…..


Tante saya bercerita lah soal keluhannya itu, dan benar dugaan saya………….dia sulit mengoperasikan notebook nya karena dia tidak paham cara menggunakannya, dari mengklik suatu folder dan subfolder hingga menjalankan suatu aplikasi yang ada, dan herannya lagi sangking jarang menyentuh sebuah mouse, menggerakan mousenya saja masih kaku. Yasudah, kalau sudah seperti ini yaaa mau dibilang apa lagi? Apa boleh buat harus diajarkan mulai dari hal yang termudah (contoh mematikan perangkat itu tersebut hingga menjelaskan folder-folder dan aplikasi yang terinstal) tidak mudah memang mengajarkan sebuah teknologi dijaman 2013 ini ke seseorang yang sudah mempunyai usia seperti nyokap dirumah. Mengajarkannya pun tidak cukup satu jam, dua jam atau bahkan 10 jam.

Intinya sih namanya kecangihan teknologi pasti dari jaman ke jaman ada kemajuan oleh adanya perkembangan teknologi tersebut, yaaaa….jadi harus diikuti terus perkembangan itu. Jangan ketika sudah terjadinya perkembangan sebuah teknologi kita “baru” mengenalnya, yang ada pasti sulit untuk menyesuaikan diri untuk mengikuti perkembangan tersebut. Tapi balik lagi ke kondisinya, jika kita baru mempunyai alat teknologi tersebut dijaman sekarang, yaaa……apa boleh buat kita usahakan harus mampu untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Selasa, 25 Desember 2012

Sebuah kalimat



Barusan orang tua (ayah) dirumah sedikit memberikan sebuah kalimat yang berarti menurut saya dan itu sangat benar dan nyata. Siapa tahu bisa jadi bimbingan buat kita walaupun hanya sekedar kalimat. Berikut kalimatnya:


  • Seganteng apapun cowok dan secantik apapun cewek lalu sehebat apapun penampilan mereka itu tidak akan di bawa ke surga, karena pada akhirnya mereka akan menjadi tengkorak pada saat sudah meninggal nanti. Kita tidak akan tahu seganteng atau secantik apapun mereka ketika nanti sudah menjadi tengkorak.
  • Semahal apapun mobil yang dia beli hingga 1Milliar 2Milliar atau 10Milliar itu tidak akan dibawa ke Surga, karena ketika kita meninggal sehebat apapun kendaraan yang kita punya kita tetap akan dibawa menggunakan mobil jenazah ke tempat pemakaman kita.
  • Sehebat apapun rumah tinggal kita hingga rumah yang kita tempati sekarang mempunyai tiang-tiang rumah yang tinggi tapi……..ketika usia kita usai itu tidak akan kita tempati lagi. Karena ketika kita sudah meninggal kita tetap hanya akan menempati tanah dengan luas 1x2meter.
  • Sehebat apapun Title yang kita punya, sampai kita menempuh pendidikan S1 S2 S3 dan mempunyai Title  Professor tapi ketika kita sudah meninggal Title yang kita pakai hanyalah sebuah Title Almarhum.

Maka…….berbuat baiklah antar sesama manusia selagi kalian masih bisa dan masih mempunyai umur sampai sekarang, banyaklah bersyukur, karena dengan bersyukur berarti kalian telah menerima dengan Ikhlas dengan apa yang Tuhan  berikan sampai sekarang kepada kalian.