Senin, 22 Oktober 2012

Membuat Garis dengan OpenGL



Membuat Program Garis dengan OpenGL

Sekilas Tentang OpenGL, mungkin sudah ada beberapa yang tahu tentang OpenGL, tapi untuk saya? Saya sendiri saja baru tahu tentang OpenGL, dan membuat Tugas ini secara Otodidak dengan bantuan si Google. 

Yuk mulai OpenGL itu apa……………

OpenGL (Open Graphics Library) adalah spesifikasi standar yang mendefinisikan sebuah lintas-bahasa, lintas platform API untuk mengembangkan aplikasi yang menghasilkan grafis komputer 2D maupun3D. Antarmuka terdiri dari lebih dari 250 panggilan fungsi yang berbeda yang dapat digunakan untuk menggambar tiga dimensi yang adegan-adegan kompleks dari bentuk-bentuk primitif sederhana. OpenGL dikembangkan oleh Silicon Graphics Inc (SGI) pada tahun 1992 [2] dan secara luas digunakan dalam CAD, realitas maya, visualisasi ilmiah, visualisasi informasi, dan simulasi penerbangan. Hal ini juga digunakan dalam video game, di mana bersaing dengan Direct3D on Microsoft Windows platform (lihat vs OpenGL Direct3D). OpenGL dikelola oleh sebuah teknologi konsorsium nirlaba yaitu Khronos Group (Wikipedia).

Bentuk umum perintah pada OpenGL:
(awalanlibrary)(perintah)(optional jumlah argument)(optional tipe argument);

Setiap perintah pada OpenGL menggunakan awalan ‘gl’  lalu diikuti dengan huruf capital setiap katanya, contoh:  glPushMatrik. Fungsi asli dari OpenGL sendiri selalu diawali dengan gl yang terdapat pada library opengl32.dll dan file header gl.h. Sedangkan beberapa library yang telah ditulis untuk menyediakan fungsi-fungsi tambahan pada OpenGL adalah OpenGL Utility Library (GLU) yang didalamnya terdapat sejumlah rutin yang menggunakan level bawah dari perintah OpenGL. Rutin-rutin ini mempunyai awalan glu. Library ini digunakan sebagai bagian dari implementasi OpenGL.
Oke, dari pada terlalu banyak penjelasan yang saya jelaskan sebagai seorang pemula di OpenGL, mari kita membuat program pertama dengan membuat garis.

1. Membuat garis Horizontal

 


Berikut codenya:
glBegin (GL_LINES);
glColor3f (2.2f, 0.0f, 0.6f); glVertex2f (-0.8f, 0.0f);
glColor3f (0.0f, 0.0f, 1.6f); glVertex2f (0.8f, -0.0f);
glEnd ();

Penjelasan:
Untuk membuat garis membutuhkan titik-titikkoordinat yang akan saling menghubungkan , titik koordinat yang dibuat,
 ttitik X= -0.8 , Y1 = 0.0 , X2 = 0.8 , Y2 = -0.0 )
pembacaan pada code:       glVertex2f (-0.8f, 0.0f); <<TITIK AWAL (X)
 glVertex2f (0.8f, -0.0f); << TITIK AKHIR (Y)

Untuk membuat garis menjadi berwarna codenya:

glColor3f (2.2f, 0.0f, 0.6f);
penggabungan warna merah dan biru, maka menjadi warna agak pink untuk garis di titik awal ke tengah
glColor3f (0.0f, 0.0f, 1.6f);
memiliki warna biru untuk garis tengah ke titik akhir.
nb: Red= 0.0 Green=0.0 Blue= 0.0
 
Outputnya:





2. Membuat Garis Vertikal

 


 
Berikut Codenya:


glBegin (GL_LINES);

            glColor3f (2.2f, 0.0f, 0.6f); glVertex3f(0.10,10.0,13.13);
            glColor3f (0.0f, 0.0f, 1.6); glVertex3f(0,-0,0.-0);

            glEnd ();

Penjelasan:

Untuk titik vertical ini, titik-titikkoordinat yang dibuat:
Mempunya titik X= -0.10 , Y1 = 0.-0 , X2 = 10.0 , Y2 = 0.-0  X3 = 13.13)
pembacaan pada codenya:   glVertex3f(0.10,10.0,13.13); << TTITIK AWAL (X)
   glVertex3f(0,-0,0.-0); <<TITIK AKHIR (Y)

Untuk membuat garis menjadi berwarna codenya:
glColor3f (6.0f, 0.3f, 1.6f); Mengkombinasi warna merah,hijau,biru dari titik awal sampai garis tengah dimana pemberian nilai yang terbanyak ada di warna Merah.

 glColor3f (4.0f, 0.3f, 1.6); Mengkombinasi warna merah,hijau,biru dari garis tengah ke titik akhir dimana pemberian nilai yang terbanyak ada di warna Merah. Maka ketika dicompile garis akan berwarna Pink.
nb: Red= 0.0 Green=0.0 Blue= 0.0


Outputnya:







3. Membuat Garis Diagonal
 

Berikut codenya:

glBegin (GL_LINES);
            glColor3f (2.0f, 2.0f, 0.0f); glVertex3f(0,0,-0.8);
            glColor3f (0.0f, 0.0f, 0.0f); glVertex3f(9.9,8.9,0.1);
            glEnd ();

Penjelasan:
Untuk titik diagonal ini, titik-titik koordinat yang dibuat:
Mempunya titik X= -0.0 , Y1 = 9.9 , X2 = -0.8 , Y2 = 8.9  X3 = 0.1)
pembacaan pada codenya:   glVertex3f(0,0,-0.8); << TTITIK AWAL (X)
 glVertex3f(9.9,8.9,0.1); <<TITIK AKHIR (Y)

Untuk membuat garis menjadi berwarna codenya:
glColor3f (2.0f, 2.0f, 0.0f);  Mengkombinasi warna merah,hijau, dari titik awal sampai garis tengah dimana pemberian nilai yang banyak yang sama ada di warna merah dan hijau

glColor3f (0.0f, 0.0f, 0.0f); untuk titik akhirnya pemberian nilainya dibagi rata, maka ketika dicompile akan berwarna merah karena penggabungan warna merah dan hijau yang memiliki nilai warna yang sama
nb: Red= 0.0 Green=0.0 Blue= 0.0

OUTPUTNYA:




Regards,

NAMA: Jonathan Marito Roy

NPM: 13110777 

KELAS: 3KA31

 

Senin, 15 Oktober 2012

Budaya Berbahasa Indonesia

Apa menurut anda tentang Berbahasa Indonesia yang baik dan benar? Serta Berbahasa Indonesia yang bisa dimengerti? Sebelumnya mari kita bahas apa itu Bahasa Indonesia .

Bahasa Indonesia adalah  bahasa resmi untuk Republik Indonesia, Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya karena bangsa Indonesia telah merdeka dan setelah adanya  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudah diterbitkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya Bahasa Indonesia adalah bahasa campuran dari bahasa Melayu, namun seiring berkembangnya teknologi dan Pada awal abad ke-20 perpecahan dalam bentuk baku tulisan bahasa Melayu mulai terlihat. Pada tahun 1901, Indonesia (sebagai Hindia-Belanda) mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu (dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Intervensi pemerintah semakin kuat dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan Rakyat" - KBR) pada tahun 1908. Kelak lembaga ini menjadi Balai Poestaka. Pada tahun 1910 komisi ini, di bawah pimpinan D.A. Rinkes, melancarkan program Taman Poestaka dengan membentuk perpustakaan kecil di berbagai sekolah pribumi dan beberapa instansi milik pemerintah. Perkembangan program ini sangat pesat, dalam dua tahun telah terbentuk sekitar 700 perpustakaan. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai "bahasa persatuan bangsa" pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

Namun, apakah anda telah menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar? Sering kita temui banyak orang yang salah dalam berbahasa Indonesia, bahkan kesalahan ini terus dibiarkan dan akhirnya dijadikan menjadi bahasa keseharian mereka karena mereka terbiasa berbicara dengan bahasa yang salah. Bahkan sekarang banyak beredar bahasa gaul yang sering anak-anak gaul remaja pakai dalam berbicara di kehidupan keseharian mereka. Bahkan bahasa gaul ini telah dikenal dan digunakan sejak tahun 1970.  Selain karena sering digunakan oleh para remaja untuk menyampaikan suatu hal secara rahasia (tanpa diketahui guru dan orang tua mereka), juga banyaknya media (televisi, radio, film, majalah, dan lain-lain) yang menggunakan kata-kata itu, sehingga bahasa gaul menjadi sangat populer.
Berikut beberapa bahasa Gaul yang yang saya tahu dan banyak ditemukan kehidupan kita sehari-hari:
  • ALAY : Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
  •  KOOL : Sekilas cara membacanya sama dengan "cool" (keren), padahal kata ini merupakan singkatan dari KOalitas Orang Lowclass, yang artinya mirip dengan Alay.
  • LEBAY : Merupakan hiperbol dan singkatan dari kata "berlebihan". Kata ini populer di tahun 2006an. Artis pun pernah menggunakan kata ini, salah satunya Ruben Onsu atau Olga yang mempopulerkan kata ini di berbagai kesempatan di acara-acara di televisi yang mereka bawakan.
  • JAYUS : Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu. Kata ini berkembag sekitar tahun 90-an, dan masih dipergunakan sampai sekarang, perkembangannya pun terjadi akibat mulut ke-mulut.
    •  GARING :Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti "tidak lucu". Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan dan popular di kota besar luar jawa.
  •  GANDENG : Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti "berisik". Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.




  •  BEGICHU / BEGICYU : Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Dulunya kata ini terkenal oleh karena perkataan seorang anak kecil, dan berkembang karena kata ini digunakan oleh artis, Salah satunya Titi DJ
  • MENEKETEHE : Kata ini sebenarnya berasal dari kata "Mana Kutahu" dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.
  • CING : Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata "cing" biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, "Mau ke mana, Cing?"
  • EMBER : Kata ini merupakan plesetan dari kata "Memang Begitu". Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.
  • YIUK....!! : Kata yang terbentuk di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.
  • BONYOK : Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Populer sekitar tahun 80-an dan masih sering terdengar jelas oleh telinga kita, betapa seringnya kata ini digunanakan.
  • BISPAK : Merupakan singkatan dari kata "Bisa Pakai". Ini adalah sebuah kode rahasia, kata ini mulai populer di pertengahan 90an, biasanya digunakan untuk memanggil wanita / pria yang bisa "dipakai" (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial.
  • AKIKA : Merupakan sandi untuk mengatakan "Saya". Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.
  • SUTRALAH : Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata "Sudahlah". Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.
  • SEMOK : Berasal dari bahasa Jawa yang berarti "Montok". Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.
  • LOL : Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti "Tertawa Terbahak-bahak".
  • CENGLI : Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti "Bertindak Adil". Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
  • WIL dan PIL : Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah2 di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.
  • AJIB : Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu-shabu baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti "Ajib, ajib.... ajib, ajib....".
  • ANJELO : Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.
  • JABLAY : Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006).Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.
  • GETHO LOH..: Kata ini berarti "Demikian / Begitu", yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda).
  •  BELAH DUREN : Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata "Belah Duren" merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama.
  • SECARA : Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna "Adalah". Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti "Karena / Soalnya". Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya :
                  a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
             b. Ya... gimana dong? Secara gue ini kan gaul...

  • JUTEK : Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.
  • BT / BETE : Merupakan singkatan dari Boring Total. Awalnya kata ini popular di th2000-an lalu kembali pupuler lagi karena ada lagu yang berudul ‘BETE’
  •  KAMSUD : Merupakan pembalikan konsonan kata "Maksud". Populer di dunia chatting yang biasa digunakan para kaum wanita
  • KATROK : Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.
  • CUMI : Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.
  • GUE : Adalah bahasa "resmi" yang kini banyak digunakan oleh kebanyakan orang (terutama orang dari Suku Betawi) untuk menyebut "Saya / Aku". Kata ini merupakan bahasa Betawi yang telah digunakan secara luas, jauh sebelum bahasa prokem dikenal orang.
  • LO / LU : Sama seperti "Gue" kata ini pun sudah digunakan digunakan oleh Suku Betawi sejak bertahun-tahun lalu dan menjadi kata untuk menyebut "Anda / Kamu". 
       
Dan mungkin masih banyak lagi bahasa-bahasa gaul yang beredar di sekitar kita. Kalo masih ingin tahu banyak bahasa gaul yang ada, sekarang sudah banyak yang membuat kamus tentang bahasa gaul search aja di google>> kamus gaul

Menurut pendapat saya, boleh saja menggunakan bahasa gaul yang ada, tapi kalo bisa diposisikan kapan dan dimana seharusnya bahasa gaul yang banyak beredar itu bisa kita gunakan, contoh simple bahasa gaul yang ada saat ini digunakan oleh para remaja, namun kalian yang sudah dikatakan dewasa atau sudah lanjut umur/usia apakah masih mau disebut orang yang masih remaja karena menggunakan kata itu? Coba fikirkan dan pilih bahasa mana yang pantas untuk kalian gunakan dikehidupan kalian masing-masing, apa kalian masih mau dianggap remaja? Kalo mau dibilang 'just for fun' boleh saja, tapi diposisikan lah kapan dan dimananya kali gunakan bahasa tersebut. Sekian.

Senin, 26 Maret 2012

Teori Organisasi Umum 2# (Kebijakan Fiskal)

PENDAHULUAN
Kebijakan fiskal memiliki dua instrumen pokok, yakni perpajakan ( tax policy) dan pengeluaran (expenditure policy). Dengan menggunakan dua komponen utama tersebut kebijakan fiskal mampu menjawab pertanyaan tentang bagaimana pengaruh penerimaan dan pengeluaran negara terhadap kondisi perekonomian, tingkat pengangguran, dan inflasi.

Dalam konteks perencanaan pembangunan ekonomi, rancangan kebijakan fiskal tidak hanya diarahkan untuk pengembangan aspek ekonomi seperti pendapatan per kapita, pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran dan stabilisasi ekonomi, tetapi juga pening katan aspek sosial seperti pemerataan pendapatan, pendidikan, dan kesehatan. 

TEORI
Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah yang berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran negara, di Indonesia, hal ini terkait dengan APBN ( Anggara Pendapatan dan Belanja Negara).
Kebijakan fiskal bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara optimal yang akan mempengaruhi jalannya perekonomian. Kebijakan fiskal sangat berhubungan dengan pemasukan atau pendapatan negara, diantara pendapatan negara antara lain misalnya : bea dan cukai, devisa negara, pariwisata, pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, impor, dan lain-lain .
Sedangkan untuk pengeluaran negara misalnya : belanja persenjataan , pesawat, proyek pemerintah, pembangunan sarana dan prasarana umum, atau program lain yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, memang keduanya sangat menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

PEMBAHASAN 
Kebijakan fiscal adalah kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mempengaruhi jalan atau proses kehidupan ekonomi masyarakat melalui anggaran belanja Negara atau APBN.

Arti dan Tujuan Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan. Atau dengan kata lain, kebijakan fiscal adalah kebjakan pemerintah yang berkaitan dengan penerimaan atau pengeluaran Negara.
Dari semua unsure APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. 
Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran.
Tujuan kebijakan fiscal adalah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian. Hal ini dilakukan dengan jalan memperbesar dan memperkecil pengeluaran komsumsi pemerintah (G), jumlah transfer pemerntah (Tr), dan jumlah pajak (Tx) yang diterima pemerintah sehingga dapat mempengaruhi tingkat pendapatn nasional (Y) dan tingkat kesempatan kerja (N).
Sumber:


Regards,
Nama: Jonathan Marito Roy H
Kelas: 2KA31
NPM: 13110777


Kamis, 22 Maret 2012

Teori Organisasi Umum 2# (Pasar Oligopoli)

PENDAHULUAN
Pasar merupakan tulang punggung perekonomian masyakat, baik masyarakat yang berada dikalangan kelas bawah ataupun masyarakat yang berada di kalangan kelas atas. Pasar juga merupakan proses hubungan timbal antara penjual dan pembeli untuk mencapai kesepakatan harga dan jumlah suatu barang/jasa yang diperjualbelikan. Semua unsur yang berkaitan dengan hal ekonomi berada di pasar oligpoli mulai dari unsur produksi, distribusi, ataupun unsur konsumsi.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan permainan pasar, dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.

 TEORI 
Oligopoli terjadi ketika hanya ada sejumlah kecil pengusaha dalam suatu industri tertentu di mana keputusan masing – masing saling berpengaruh. (Pindyck & Rubinfeld, 1998). Perusahaan membedakan produk yang dihasilkan dari produk pesaingnya secara substantial melalui kombinasi rancangan produk, promosi, dan distribusi (Douglas, 1995). Dalam pasar oligopoli manajer dituntut tidak hanya membuat strategi persaingan yang istimewa, namun juga dituntut untuk selalu memerhatikan reaksi pesaing terhadap setiap strategi yang diluncurkan perusahaan. Sebagai contoh, ketika pesaing menurunkan harga, manajer dihadapkan pada banyak pilihan untuk menjawab strategi pesaing tersebut, apakah ikut menurunkan harga, atau tidak terpengaruh, atau bahkan menaikkan kualitas produk dan sekaligus menaikkan harga. Kerterkaitan strategi antar-pelaku bisnis menjadi ciri khas pasar oligopoli. Penjual berperan sebagai pembuat harga (price makers), sedangkan pembeli hanya dapat menyepakati harga (price taker) yang dibuat oleh pengusaha. Setiap pengusaha memiliki peran strategis. Sementara itu, entry ke pasar industri yang berstruktur oligopoli relatif terbuka namun sulit untuk dimasuki oleh pemain baru.

PEMBAHASAN
Pengertian Pasar Oligopoli Istilah oligopoli berarti beberapa penjual. Penjual di dalam konteks ini maksudnya dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Beberapa dapat berarti paling sedikit 2 dan paling banyak 10 sampai 15 perusahaan. Pasar jenis ini suatu struktur pasar dimana hanya terdapat beberapa produsen yang menghasilkan barang-barang yang bersaing. Jika pasar oligopoli hanya terdiri dari dua perusahaan saja maka disebut duopoli.
Dalam oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sendiri sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, dimana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung pada tindak-tanduk pesaing mereka, sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga dan sebagainya dapat dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar. Perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal dibawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.

Karakteristik Pasar Oligopoli
Dari pengertian yang dikemukakan sebelumnya dapat dilihat beberapa karakter dari pasar oligopoli yaitu sebagai berikut:
a. Hanya Sedikit Perusahaan Dalam Industri (Few Number of Firms)
Secara teoristis sulit sekali untuk menetapkan berapa jumlah perusahaan di dalam pasar, agar dapat dikatakan oligopoli. Namun untuk dasar analisis biasanya jumlah perusahaan diasumsikan kurang dari sepuluh. Dalam kasus tertentu hanya terdapat dua perusahaan (duopoli). Kekuatan perusahaan-perusahaan dalam industri dapat diukur dengan menghitung rasio konsentrasi (concentration ratio). Rasio konsentrasi menghitung berapa persen output dalam pasar oligopoli dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang dominan (empat sampai dengan delapan perusahaan). Jika rasio konsentrasi empat perusahaan (four firms concentration ratio atau CR4) adalah 60%, berarti 60% output dalam industri dikuasai oleh empat perusahaan terbesar. CR4 yang semakin kecil mencerminkan struktur pasar yang semakin bersaing sempurna. Pasar suatu industri dinyatakan berstruktur oligopolistik apabila CR4 melebihi 40%. Dapat juga diukur delapan perusahaan (CR8) atau jumlah lainnya. Jika CR8 80, berarti 80% penjualan output dalam industri dikuasai oleh delapan perusahaan terbesar.

b. Produk Homogen atau Terdiferensiasi (Homogen or Diferentiated Product)
Dilihat dari sifat output yang dihasilkan, pasar oligopoli merupakan peralihan antara persaingan sempurna dengan monopoli. Perbedaan sifat output yang dihasilkan akan mempengaruhi perilaku perusahaan dalam mencapai kondisi optimal (laba maksimum). Jika dalam pasar persaingan sempurna perusahaan mengatur jumlah output (output strategy) untuk meningkatkan laba, dalam pasar monopoli hanya satu perusahaan yang mampu mengendalikan harga dan output, maka dalam pasar oligopoli bentuk persaingan antar perusahaan adalah persaingan harga (pricing strategy) dan non harga (non pricing strategy). Contoh pasar oligopoli yang menghasilkan produk diferensiasi adalah industri mobil, rokok, film kamera. Sedangkan yang menghasilkan produk homogen adalah industri baja, pipa, paralon, seng dan kertas.
Penggolongan ini mempunyai arti penting dalam menganalisis pasar yang oligopolistik. Semakin besar tingkat diferensinya, perusahaan makin tidak tergantung pada kegiatan perusahaan-perusahaan lainnya. Berarti oligopoli dengan produk diferensiasi dapat lebih mudah memprediksi reaksi-reaksi dari perusahaan-perusahaan lawan.
Di luar unsur modal, rintangan untuk masuk ke dalam industri oligopoli yang menghasilkan produk homogen lebih sedikit, karena pada industri oligopoli dengan produk diferensiasi sangat berkaitan dengan loyalitas konsumen terhadap produk (merek) tertentu.

c. Pengambilan Keputusan Yang Saling Mempengaruhi (Interdependence Decisions)
Keputusan perusahaan dalam menentukan harga dan jumlah output akan mempengaruhi perusahaan lainnya, baik yang sudah ada (existing firms) maupun yang masih di luar industri (potensial firms). Karenanya guna menahan perusahaan potensial untuk masuk industri, perusahaan yang sudah ada menempuh strategi menetapkan harga jual terbatas (limiting prices) yang membuat perusahaan menikmati laba super normal di bawah tingkat maksimum.

d. Kompetisi Non Harga (Non Pricing Competition)
Dalam upayanya mencapai kondisi optimal, perusahaan tidak hanya bersaing dalam harga, namun juga non harga. Adapun bentuk-bentuk kompetisi non harga antara lain dapat berupa sebagai berikut :
1) Pelayanan purna jual serta iklan untuk memberikan informasi
2) Membentuk citra yang baik terhadap perusahaan dan merek
3) Mempengaruhi perilaku konsumen


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://walangkopo99.blogspot.com/2011/12/karakteristik-pasar-oligopoli.html
http://shelvievi.wordpress.com/2010/08/04/makalah-%E2%80%9Cberbagai-bentuk-pasar-barang-pasar-oligopoly-kelas-x-%E2%80%9D/

Regards,
Nama: Jonathan Marito Roy H
Kelas: 2KA31
NPM: 13110777

Selasa, 13 Maret 2012

Angin Ban Nitrogen? Perlukah?

Angin ban Nitrogen? Berarti angin tersebut di isi Gas Nitrogen. Sudah banyak dan hampir ada di setiap pengisian Bahan Bakar (Pombensin) untuk pengisian angin tersebut. Angin mobil dan Motor bisa di isi oleh jenis angin Nitrogen ini, dari ban biasa (dengan ban dalam), sampai ban jenis Tubeless (tanpa ban dalam) bisa diisi oleh angin Nitrogen, dari ban jenis Radial atau Semiradial juga bisa diisi angin Nitrogen ini. Tadi sore nyoba-nyoba isi angin untuk motor saya, didengar dari manfaat angin tersebut akhirnya saya mencoba untuk mengisi ban motor saya dengan angin ini. Untuk pengisian pertama kali untuk motor Rp.5000 (satu ban) untuk pengisian  ulang Rp.2500  (satu ban) untuk tambal ban Tubeless Rp.10.000 (Mobil/motor). Untuk ban Mobil saya lupa, bisa dicek di tkp untuk harganya. 

Apasih enaknya isi ban dengan angin jenis ini? 
  1. Jika ban diisi dengan angin biasa maka pada saat ban digunakan jarak jauh otomatis ban tersebut panas dan untuk angin biasa katanya ketika panas angin tersebut akan memuai maksudnya memuai adalah tekanan anginnya meningkat dan melebihi batas normal, sedangkan untuk angin Nitrogen ini tekanan angin akan terus stabil .
  2. Ban kendaraan anda akan lebih awet ketika diisi dengan Angin Nitrogen ini, karena ban akan lebih lentur ketika digunakan dijalan yang mulus ataupun bergelombang sehingga bisa meminimalisir kerusakan ban yang lebih cepat (robek ban, retaknya ban dll) sedangkan angin biasa ban kendaraan anda lebih kaku dan cenderung lebih keras.
  3. Membuat daya cengkram ban lebih baik, karena ban yang terlalu dingin. mengakibatkan daya cengkram ban berkurang dan jika terlalu panas membuat ledakan, untuk Nitrogen ini cenderung dingin dan stabil sehingga tidak berpengaruh pada perubahan suhu pada tapak ban.
  4. Untuk angin biasa mengandung uap yaitu kandungan air yang berlebihan sehingga berakibat berkaratnya Velg ban, karena tidak semua pengisian angin di pinggiran jalan mempunyai filter penyaring uap yang baik. Sedangkan untuk Nitrogen setiap bengkel akan berulang kali melakukan pengurasan.
Untuk pengisian ulang Nitrogen Minimal 3bulan, Maksimal 6bulan. Jika suatu saat kita mengisinya lagi kedalam angin biasa itu bisa saja karena mungkin saja tidak menemukan pengisian angin Nitrogen disuatu tempat pada saat anda membutuhkannya. Tinggal pilih anda mau isi Angin biasa ataupun NitrogeN.


 Regards

ROY

Compiler atau Interpreter

Lagi asik-asik baca buku pemrograman, malah keseringan muncul kalima "Compiler / Interpreter" engga ada salahnya googling liat sana sini buat tau lebih jelas tentang keduanya.
Siapa yang sudah tau Compiler atau Interpreter itu apa? Atau mungkin siapa yang menganggapnya kedua ini sejenis? Atau ada juga yang menganggap sebaliknya? Sebenarnya Compiler atau Interpreter ini sama saja fungsinya didalam dunia pemrograman, sudah banyak juga kok yang bahas tentang keduanya. Tidak salah juga kalo saya membahasnya kembali dan mengetahui kelebihan dari keduanya :D


Compiler? Compiler adalah alat bantu pemrograman untuk membantu perangkat lunak dalam menterjemahkan code yang dibuat oleh programmer kedalam bahasa mesin yang dijalankan sekalogus.

Interpreter? Interpreter sama seperti compiler yaitu alat bantu untuk membantu perangkat lunak dalam menterjemahkan code yang dibuat oleh programmer kedalam bahasa mesin. Bedanya dengan compiler, interpreter dijalankan baris perbaris seiring mengikuti logika-logika yang sudah ada.

Sekarang sudah mengerti kan apa itu compiler dan interpreter? Berikut penjelasan lebih singkatnya tentang kelebihan atau kekurangan dari keduanya:
  • Compiler dapat dijalankan tanpa membutuhkan code sumber, interpreter sebaliknya.
  • Pada compiler membuat suatu code yang terpisah yaitu Parsing(code objek) dan Linking (Objek dan library). Sehingga lebih banyak menghabiskan banyak waktu untuk menganalisis suatu code program.
  • Pada compiler membutuhkan linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library. Kalau interpreter tidak butuh linker untuk menggabungkan kode objek dengan berbagai macam library.
  • Compiler relatif lebih cepat dari pada Interpreter
Itulah perbedaan dari Compiler dan Interpreter dimana keduanya memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Regards

ROY